Ini Tampilan Mobil Baterai Elektrik Mahasiswa UPI

Jakarta – Tim Bumi Siliwangi Team 4 dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung kembali menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2017 di Singapura. Dalam event tahunan tersebut, mereka ditantang untuk mendesain, membangun, dan mengendarai kendaraan paling hemat energi untuk bersaing dengan 124 tim mahasiswa dari berbagai negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Tahun lalu, tim Bumi Siliwangi Team 4 dengan mobil baterai elektrik Turangga Cetha EV4 berhasil menjadi pemenang di ajang SEM Asia dan juga di tingkat global. Untuk tahun ini, tim Bumi Siliwangi Team 4 akan menggunakan Turangga Cetha EV5, yang merupakan penyempurnaan dari kendaraan yang diadu pada tahun lalu.

Bodi Turangga Cetha EV5 kini menggunakan carbon fibre dengan bobot 95 kilogram (Kg). Kendaraan ini memiliki dimensi panjang 2.300 milimeter (mm), tinggi 1.050 mm, dan lebar 1.250 mm.

“Di SEM Asia 2017 di Singapura, kami akan menggunakan mobil baru. Sejak awal kami fokus pada bagaimana membuat mobil baru ini lebih ringan dan bisa mencapai jarak terjauh per kilowatt hour-nya,” tutur manager tim Bumi Siliwangi Team 4, Ramdhani, di Jakarta, Jumat (10/3).

Ramdhani mengatakan timnya telah berhasil menurunkan bobot mobil sebesar enam kilogram dibandingkan mobil sebelumnya yang mereka bawa ke markas Ferrari di Italia pada awal Desember lalu. Kunjungan tim ini ke Italia merupakan hadiah yang diterima sebagai pemenang Driver’s World Championship (DWC) Global Final di London.

“Kami membuat mobil baru lagi, kerangka baru, desain baru. Semua kami usahakan untuk dapat merangkum semua masukan yang kami terima saat di markas besar Ferrari. Terutama masukan mengenai composite dan bentuk aerodinamika dari bodi mobil,” ungkap Ramdhani yang sebelumnya menjadi driver mobil karya tim Bumi Siliwangi Team 4 saat di SEM Asia 2016 dan SEM DWC di London.

Untuk target tahun ini, Tim Bumi Siliwangi Team 4 mengharapkan mobil baru mereka bisa dipacu lebih jauh dibandingkan saat pencapaian di SEM Asia 2016 lalu, yaitu 77,6 km/kwH.

“Kami harapkan di Singapura bisa mencapai 200 km/kwh atau lebih,” ungkap Ramdhani.

Herman/FER

BeritaSatu.com

(Beritasatu)

[200963]

Facebook Comments