Sepeninggal Kiai Hasyim Muzadi, NU Jangan Jadi Alat Politik


Malang (beritajatim.com) – Warga Nahdliyin, umat islam dan Indonesia berduka atas kepergian Kiai Hasyim Muzadi. Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam itu merupakan mantan ketua umun PBNU dua periode sejak 1999-2009.

Dimata Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang KH Shalahuddin Wahid, Kiai Hasyim Muzadi merupakan sesepuh NU. Ia berharap sepeninggal Sang Kiai organisasi NU tidak dijadikan sebagai kepentingan politik.

“Ke depan NU harus bisa menetukan posisinya dengan baik, NU tidak boleh menjadi alat politik dan harus berdikari,” kata Gus Solah di Ponpes Al Hikam, Kamis (16/3/2017).

Kepergian Kiai Hasyim Muzadi menjadi kehilangan yang sangat mendalam bagi kalangan Nahdliyin. Hasyim Muzadi dianggap sebagai salah satu Kiai yang turut andil membesarkan NU.

“Ini kehilangan yang cukup mendalam. Insya Allah khusnul khatimah, menjadi kewajiban kita bersama meneruskan perjuangan beliau,” tandasnya. (luc/kun)

(Beritajatim)

[200931]

Facebook Comments