Di Cirebon, Ridwan Kamil Buka-bukaan Soal Niatannya di Pilgub Jabar


Cirebon – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berbagi cerita soal pembangunan Kota Bandung di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati, Kota Cirebon, dalam kuliah umum bertema Sistem Tata Kelola Pemerintah Daerah, Kamis (16/3/2017).

Dalam pembukaannya pria yang akrab disapa Emil itu sempat menuturkan tiga pilihan karirnya setelah menjabat Wali Kota Bandung. Pasalnya tahun depan masa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Kota Bandung periode 2013-2018 sudah habis.

“Tahun depan masa kepemimpinan saya selesai. Pilihannya bisa melanjutkan ke periode kedua (Wali Kota Bandung), balik lagi jadi arsitek, atau kalau dapat dukungan dari warga Cirebon untuk menjadi Gubernur (Jabar),” ucapnya.

Emil yang beberapa waktu lalu dinobatkan menjadi Duta Yayasan Bung Karno itu pun mengatakan, visi pembangunan di era saat ini bukan lagi menuju negara yang merdeka namun memperjuangkan sebagai bangsa pemenang di 100 tahun kemerdekaan atau tahun 2045 mendatang.

Sebagai arsitek, Emil pun mengaku membangun Kota Bandung dengan menggunakan metode imajinasi dan ilmiah dalam kepemimpinannya. Bahkan saat dia masih berkampanye sebagai wali kota pun metode tersebut diterapkannya melalui media sosial.

“Saat saya kampanye di Bandung menggunakan medsos ada nenek-nenek yang tinggal di Gunung. Dia tidak tahu saya tapi dia ditelepon oleh anaknya yang tinggal di Jakarta untuk coblos saya,” katanya.

Dosen aktif di ITB itu pun membeberkan pola pendidikan yang diterapkan pun cukup berbeda dengan kurikulum nasional. Sekolah di Kota Bandung saat ini diselipkan kurikulum Bandung Masagi yang berbasis agama, bela negara, budaya, dan cinta lingkungan.

Salah satu contohnya adalah penerapan magrib mengaji dan salat dhuha sebelum sekolah, wali kota menjadi inspektur upacara, program rebo nyunda, dan gerakan pungut sampah. Dia megklaim hal tersebut hingga kini masih berjalan di Kota Bandung.

“Tahun ini adalah tahun kebudayaan Bandung. Makanya anggaran pariwisata saya kurangi dan dialihkan ke budaya. Karena pariwisata Bandung sekarang sudah juara. Ada enam juta wisatawan pertahun ke Bandung,” tuturnya.

Lebih lanjut pria berkacamata itu juga menceritakan mengenai konsep kolaborasi Kota Bandung yang mendunia. Bahkan diberbagai forum di luar negeri dirinya kerap diminta berbicara mengenai konsep kolaborasi. “Orang luar itu bertanya kok orang Indonesia senang dan gampang untuk kerja bakti atau gotong royong,” beber Emil.

Di akhir acara Emil pun kembali melontarkan niatan pencalonannya sebagai Gubernur Jabar dihadapan para mahasiwa. “Tahun depan adalah tahun politik. Saya menawarkan diri pengalaman di Bandung untuk mensejahterakan masyarakat Jabar,” pungkas suami Atalia Praratya itu.
(avi/avi)

(Detik)

[200822]

Facebook Comments