Kehabisan Makanan, Penumpang Pesawat British Airways Ngamuk




British Airways telah mendapatkan kecaman dari para penumpangnya. Kemarahan ini dipicu karena habisnya stok makanan pada penerbangan dari London.

Tess Evans, yang terbang dari Bandara Gatwick ke Fiertaventura, di Kepulauan Canary mengalami kehabisan makanan setelah awak kabin melayani setengah dari jumlah penumpang.

Dalam pernyataan yang ditulis oleh Telegraph, ia mengatakan bahwa: “Mereka hanya memiliki beberapa bungkus biskuit dan kacang-kacangan. Anak kami menangis begitu ia merasa sangat lapar.”

Foto: iStock

Seorang pengguna Twitter juga menulis bahwa “Mengapa penumpang membayar makanan sekarang? Luar biasa. Tapi kemudian kehabisan makanan di pertengahan perjalanan.”

Rebecca Clifford, yang sedang melakukan perjalanan dari Geneva ke Inggris juga menambahkan bahwa perusahaan pernah kehabisan makanan pada penerbangan malam.

Dikutip dalam Daily Mail, dalam penerbangan ke London dari Innsbruck, Austria, pekan lalu dan dikabarkan hanya ada tiga sandwich yang tersisa untuk 110 penumpang.

Tidak hanya itu, awal bulan ini penerbangan British Airways tujuan Barbados berhenti di Gatwick selama lebih dari lima jam karena kehabisan tisu toilet.

Pada September tahun lalu, perusahaan ini pernah mengumumkan rencana untuk tidak memberikan makanan gratis bagi pelanggan kelas ekonomi dan menjual makanan Marks and Spencer sebagai gantinya.

Foto: iStock

Dilansir dalam Standard (15/03), seorang juru bicara British Airways mengatakan bahwa perusahaan secara teratur telah menyesuaikan tingkat harga saham.

Dan ia menambahkan bahwa pelanggan mengatakan mereka benar-benar menghargai pilihan dan kualitas dari berbagai Marks and Spencer dan telah membeli ratusan ribu item, termasuk 39.000 bacon rolls dan 14.000 botol prosecco, sejak mereka diperkenalkan.”(odi/lus)

(DetikFood)

[4793673]

Facebook Comments