Tren Kafe Burung di Jepang Diterpa Isu Penyiksaan Hewan





Binatang dianggap sebagai simbol keberuntungan oleh orang Jepang. Karenanya banyak kafe bertema binatang di sana.

Tren kafe dengan hewan memang bukan hal yang asing lagi, banyak kafe yang didedikasikan untuk jenis hewan tertentu seperti kucing, anjing, dan burung.

Di Jepang, pelanggan bisa bermain dan memberi makan burung-burung hantu yang berada dikafe Owl Vilage. Kafe yang terletak di wilayah Shibuya ini, memang mengusung tema burung hantu sebagai konsep mereka.

Foto: Getty Images

Ramainya animo pengunjung dan antrean panjang membuat tren kafe hewan ini kian marak. Namun di balik semua itu, ada kisah gelap tentang kecerobohan dalam perawatan yang dapat membahayakan hewan maupun burung-burung itu sendiri.

Dilaporkan oleh Star2 (09/03/17), menurut Chihiro Okada selaku perwakilan Animal Rights Centre di Jepang, banyak sekali penyiksaan hewan yang terjadi, seperti menganggu pola tidur mereka, mengikat kaki mereka, yang banyak dilakukan oleh kafe-kafe di Jepang.

“Ketika membicarakan tentang penyiksaan hewan, orang pasti berpikir bahwa memukul, atau menendang hewan saja. Tapi kenyataannya lebih dari itu. Membatasi ruang gerak hewan, serta memajang mereka sebagai produk juga dapat membuat hewan menjadi stres. Termasuk tidak dapat bergerak dan minum secara bebas.” tutur Okada.

Foto: Getty Images

Kafe hewan di Jepang memang cukup populer belakangan ini. Mulai dari kucing, kambing, elang, hingga landak telah menjadi tujuan wisata bagi turis maupun warga Jepang sendiri. Namun, hal ini tentu telah menuai banyak kritik dari aktivis salah satunya mendorong pembatasan pada jam kerja untuk kafe kucing, misalnya.

Untuk burung hantu sendiri, burung pemangsa ini terbiasa dengan lingkungan luas dan kegelapan. Pendengaran dan pandangan yang tajam sulit untuk mereka menyesuaikan diri dengan keterangan dan kebisingan kafe yang ramai.

Akibatnya banyak yang mengembangkan perilaku neurotik, seperti menarik bulu mereka sendiri, dan aktivitas mengkhawatirkan lainnya.

Foto: Getty Images

“Kami sangat terkejut mengetahui bahwa 7 burung hantu meninggal dalam satu tahun di sebuah kafe bertema burung hantu,” ungkap Okada.

Aya Matsuda selaku manajer dari Owl Village, mengatakan bahwa kafe ini menjaga burung dari stres dengan sering memberikan mereka jam istirahat dan memastikan staf membantu serta membimbing mereka berinteraksi dengan pelanggan.

“Yang paling penting, kita perlu memastikan bahwa burung meras bahagia dan tidak stres,” tambah spesialis burung, Reuters James Cayton-Daniels.(odi/ani)

(DetikFood)

[4768800]

Facebook Comments