Makanan Halal Diprediksi Makin Banyak Digemari pada Tahun 2021




Produk halal semakin menarik bagi banyak orang di dunia. Diprediksi kenaikan pembeliannya semakin pesat di tahun 2021.

Kategori makanan dan minuman berada pada posisi teratas pengeluaran muslim tahun 2015. Laporan yang dipublikasikan Thomson Reuters dan Dinar Standard tersebut memprediksi pengeluaran muslim pada makanan dan minuman akan tumbuh dari $1,17 triliun (Rp 1,5 quintillion) tahun lalu jadi $1,9 triliun (Rp 2,4 quintillion) pada 2021.

Peluang dan tantangan tentunya dihadapi industri halal, termasuk di Timur Tengah. Dengan peningkatan keinginan investasi di ekonomi Islam oleh Usaha Kecil dan Menengah, bank syariah sudah kehilangan hasrat memberi pinjaman pada mereka. Membuat kondisi ekonomi saat ini tak berpihak pada salah satu sisi, sebut laporan Al Arabiya (14/10).

Foto: Getty Images
CEO Abu Dhabi Islamic Bank mengaitkan pemulihan sektor UKM dengan ekonomi itu secara keseluruhan. Ia mengharapkan ini bisa mulai terjadi pertengahan tahun depan.

Di sisi lain, otoritas terkait makanan halal meyakini tantangan terbesar kedepannya adalah sistem akreditasi baru di Timur Tengah. Ini akan diluncurkan oleh GCC Standardization Organization.

Adapun sektor makanan halal tidak terbatas pada muslim atau ekonomi Islam. Menurut laporan, jumlah restoran halal di Amerika Serikat mengalami peningkatan pesat. Dari hanya 200 pada tahun 1998 jadi 7.600 saat ini. Konsumen pun terdiri dari muslim dan non-muslim.

Foto: Getty Images
Selain itu, Islamic Food and Nutrition Council of America memperkirakan total penjualan minuman dan makanan halal serta produk supermarket ikut meningkat sepertiga kali tahun ini dibanding 2010. Mencapai angka $20 miliar (Rp 261 triliun).

Keuangan Islam memang mendorong pertumbuhan ekonomi Islam dalam beberapa tahun belakangan. Tetapi seperti angka-angka yang telah disebutkan, makanan halal jadi pendongkrak baru ekonomi Islam.

(odi/adr)

(DetikFood)

[4143002]

Facebook Comments